عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السَّبُعِ
3802. Dari Abu Tsa'labah Al Khusyani, dia berkata: Rasulullah SAW melarang memakan semua binatang buas yang mempunyai taring. (Shahih)
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَهَى
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَكْلِ كُلِّ ذِي
نَابٍ مِنْ السَّبُعِ وَعَنْ كُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنْ الطَّيْرِ
3803.
Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW melarang memakan binatang
buas yang mempunyai taring dan binatang jenis burung yang berkuku tajam.
{Shahih)
عَنْ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ عَنْ
رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلَا لَا
يَحِلُّ ذُو نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ وَلَا الْحِمَارُ الْأَهْلِيُّ وَلَا
اللُّقَطَةُ مِنْ مَالِ مُعَاهَدٍ إِلَّا أَنْ يَسْتَغْنِيَ عَنْهَا
وَأَيُّمَا رَجُلٍ ضَافَ قَوْمًا فَلَمْ يَقْرُوهُ فَإِنَّ لَهُ أَنْ
يُعْقِبَهُمْ بِمِثْلِ قِرَاهُ
3804. Dari Al Miqdam bin Ma'di Karib, dia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "Ingatlah,
tidak dihalalkan (bagi kalian) binatang buas yang bertaring, keledai
kampung, dan barang temuan milik ahli dzimmah, kecuali dia tidak
menggunakanya. Barangsiapa bertamu kepada suatu kaum dan kaum itu tidak
mau menerimanya, maka dia berhak menghukum kaum tersebut, seperti yang
mereka lakukan kepadanya." (Shahih), Al Misykah, 163. Akan diterangkan lebih lanjut dengan sedikit tambahan pada pada awal hadits dalam bab As-Sunnah.
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَهَى
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ
أَكْلِ كُلِّ ذِي نَابٍ مِنْ السِّبَاعِ وَعَنْ كُلِّ ذِي مِخْلَبٍ مِنْ
الطَّيْرِ
3805. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Rasulullah SAW melarang kami —pada waktu perang Khaibar— memakan binatang buas yang bertaring dan binatang jenis burung yang berkuku tajam. (Shahih: Muslim) telah disebutkan pada hadits sebelumnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar