Kamis, 05 Maret 2020

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MAKANAN 32. Memakan Anjing Hutan


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الضَّبُعِ فَقَالَ هُوَ صَيْدٌ وَيُجْعَلُ فِيهِ كَبْشٌ إِذَا صَادَهُ الْمُحْرِمُ

3801. Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah SAW mengenai hukum anjing hutan, beliau lalu menjawab, "Itu adalah binatang buruan, ia disamakan dengan kambing yang tidak boleh diburu oleh orang yang sedang berihram." (Shahih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MAKANAN 31. Sesuatu yang Tidak Disebutkan tentang Hukum Keharamannya



عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ أَهْلُ الْجَاهِلِيَّةِ يَأْكُلُونَ أَشْيَاءَ وَيَتْرُكُونَ أَشْيَاءَ تَقَذُّرًا فَبَعَثَ اللَّهُ تَعَالَى نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنْزَلَ كِتَابَهُ وَأَحَلَّ حَلَالَهُ وَحَرَّمَ حَرَامَهُ فَمَا أَحَلَّ فَهُوَ حَلَالٌ وَمَا حَرَّمَ فَهُوَ حَرَامٌ وَمَا سَكَتَ عَنْهُ فَهُوَ عَفْوٌ وَتَلَا { قُلْ لَا أَجِدُ فِيمَا أُوحِيَ إِلَيَّ مُحَرَّمًا } إِلَى آخِرِ الْآيَةِ

3800. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Dulu masyarakat jahiliyyah memakan sesuatu dan meninggalkan sesuatu yang lain karena jijik, kemudian diutuslah Rasulullah SAW dengan membawa kitab-Nya, menerangkan hal yang halal dan yang haram. Jadi, sesuatu yang dihalalkan maka itu halal dan sesuatu yang diharamkan maka itu haram. Sedangkan yang tidak disebutkan dalam Al Qur'an (atau hadits) maka hal itu dimaafkan. Beliau kemudian membaca firman Allah, "Katakanlah, 'Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya..." (Qs. Al An'aam [6]: 145) (Shahih sanadnya)

30 xxxxx


29 xxxx


Shahih Sunan Abu Daud Kitab MAKANAN 28. Memakan Daging Biawak


عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ خَالَتَهُ أَهْدَتْ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمْنًا وَأَضُبًّا وَأَقِطًا فَأَكَلَ مِنْ السَّمْنِ وَمِنْ الْأَقِطِ وَتَرَكَ الْأَضُبَّ تَقَذُّرًا وَأُكِلَ عَلَى مَائِدَتِهِ وَلَوْ كَانَ حَرَامًا مَا أُكِلَ عَلَى مَائِدَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

3793. Dari Ibnu Abbas, dia berkata: Bibiku (dari pihak ibu) menghadiahkan segumpal lemak daging biawak, dan segumpal susu yang telah mengeras kepada Rasulullah. Beliau pun memakan lemak dan susu yang mengeras, namun meninggalkan (tidak memakan) Biawak karena merasa jijik. Tetapi Biawak itu tetap di makan (oleh sahabat yang hadir). Seandainya daging biawak itu haram, maka tidak akan disajikan dimeja makan Rasulullah SAW." (Shahih: Muslim)

عَنْ خَالِدِ بْنِ الْوَلِيدِ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْتَ مَيْمُونَةَ فَأُتِيَ بِضَبٍّ مَحْنُوذٍ فَأَهْوَى إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ فَقَالَ بَعْضُ النِّسْوَةِ اللَّاتِي فِي بَيْتِ مَيْمُونَةَ أَخْبِرُوا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا يُرِيدُ أَنْ يَأْكُلَ مِنْهُ فَقَالُوا هُوَ ضَبٌّ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ قَالَ فَقُلْتُ أَحَرَامٌ هُوَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لَا وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ قَالَ خَالِدٌ فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ

3794. Dari Khalid bin Al Walid, dia berkata: Aku bersama Rasulullah SAW masuk ke rumah Maimunah, lalu dihidangkanlah daging Biawak panggang. Rasulullah berniat memakannya, maka beliau berusaha dengan tangannya. Kemudian sebagian perempuan yang hadir di rumah Maimunah saat itu berkata, "Wahai kalian semua, apakah yang akan dimakan oleh Rasulullah?" Mereka berkata, "Daging Biawak." Lalu, seketika itu juga Rasulullah mengangkat tangannya, sehingga kemudian aku bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah daging Biawak hukumnya haram?" Beliau berkata, "Tidak, tetapi Biawak tidak ada di negeri kaumku, sehingga aku tidak merasa berselera." Khalid berkata: Aku kemudian meraihnya dan memakannya di hadapan Rasulullah, dan aku lihat beliau memandanginya. (Shahih) Allrwa\ 3498

عَنْ ثَابِتٍ بْنِ وَدِيعَةَ قَالَ كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي جَيْشٍ فَأَصَبْنَا ضِبَابًا قَالَ فَشَوَيْتُ مِنْهَا ضَبًّا فَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَوَضَعْتُهُ بَيْنَ يَدَيْهِ قَالَ فَأَخَذَ عُودًا فَعَدَّ بِهِ أَصَابِعَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ أُمَّةً مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ مُسِخَتْ دَوَابَّ فِي الْأَرْضِ وَإِنِّي لَا أَدْرِي أَيُّ الدَّوَابِّ هِيَ قَالَ فَلَمْ يَأْكُلْ وَلَمْ يَنْهَ

3795. Dari Tsabit bin Wadi'ah, dia berkata: Kami bersama Rasulullah berada dalam satu barisan pasukan (yang siap perang). Kami mendapatkan banyak Biawak (hasil buruan), maka aku memanggang salah satunya untuk dihidangkan kepada Rasulullah, dengan meletakkannya di hadapan beliau. Beliau lalu mengambil sebilah batang pohon kemudian menggerakan jari-jari biawak itu dengan sebilah batang pohon tersebut, lalu beliau bersabda, "Sesungguhnya suatu kaum dari Bani Israil telah dirubah menjadi binatang melata di bumi namun aku tidak tahu jenis binatang apa itu." Perawi berkata: Beliau tidak makan namun tidak juga melarang kami. (Shahih: Ibnu Majah) 3238

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ شِبْلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ أَكْلِ لَحْمِ الضَّبِّ

3796. Dari Abdurrahman bin Syibl, dia berkata: Rasulullah melarang memakan daging Biawak. (Hasan), Ash-Shahihah, 2390

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MAKANAN 27. Memakan Daging Kelinci



عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كُنْتُ غُلَامًا حَزَوَّرًا فَصِدْتُ أَرْنَبًا فَشَوَيْتُهَا فَبَعَثَ مَعِي أَبُو طَلْحَةَ بِعَجُزِهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِهَا فَقَبِلَهَا

3791. Dari Anas bin Malik, dia berkata: Saat remaja aku berburu kelinci lalu memanggangnya. Aku dan Abu Thalhah lalu mengantarkan sebagian dagingnya kepada Rasulullah SAW, beliau pun menerimanya. {Shahih: Muttafaq 'Alaih)

Shahih Sunan Abu Daud Kitab MAKANAN 26. Memakan Daging Kuda



عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ خَيْبَرَ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ وَأَذِنَ لَنَا فِي لُحُومِ الْخَيْلِ

3788. Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: Rasulullah SAW melarang kami memakan daging keledai pada waktu perang Khaibar, namun beliau mengijinkan kami makan daging kuda. (Shahih: Muttafaq 'Alaih) akan ada penjelasan tambahan pada hadits no. 3808

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ ذَبَحْنَا يَوْمَ خَيْبَرَ الْخَيْلَ وَالْبِغَالَ وَالْحَمِيرَ فَنَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْبِغَالِ وَالْحَمِيرِ وَلَمْ يَنْهَنَا عَنْ الْخَيْلِ

3789. Dari Jabir bin Abdullah, dia berkata: Pada waktu perang Khaibar, kami menyembelih kuda, bighal (binatang hasil perkawinan kuda dengan keledai), dan keledai kecil. Ternyata Rasulullah melarang kami (makan) daging bighal dan keledai kecil, namun tidak melarang kami makan daging kuda. (Shahih) Al Irwa' 8/138

Dalam riwayat Muslim tidak disebutkan kata Al Bighal.